Langsung ke konten utama

KADIN Yogyakarta Jajaki Kerja Sama dengan SLB Negeri Pembina, Siap Pasarkan Produk Vokasi Difabel


KADIN Kota Yogyakarta mengunjungi SLB Negeri Pembina untuk menjajaki kerja sama pemasaran produk vokasi siswa berkebutuhan khusus, sekaligus menawarkan pelatihan AI dan digital marketing bagi guru dan komite sekolah.


YOGYAKARTA, kadinjogja.or.id -- Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Yogyakarta melakukan kunjungan penjajakan ke SLB Negeri Pembina Kota Yogyakarta pada Minggu (18/5/2025). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.15 hingga 13.00 WIB itu membahas rencana kerja sama dalam hal pemasaran produk vokasi dan penguatan kapasitas sumber daya guru serta komite sekolah.

Kunjungan dipimpin langsung oleh Ketua KADIN Kota Yogyakarta, Ir. Eko Sutrisno, ST, M.Cs, IPU, ASEAN Eng, didampingi jajaran pengurus dari Bidang UMKM, Kewirausahaan, dan Koperasi.


Bidang UMKM Siap Bantu Pasarkan Produk Siswa

Wakil Ketua KADIN Kota Yogyakarta Bidang UMKM, Kewirausahaan, dan Koperasi, Dra. Rina Indarti, menyatakan komitmen pihaknya untuk membantu memasarkan produk-produk yang dihasilkan oleh siswa SLB N Pembina.

Menurutnya, produk vokasi dari sekolah luar biasa memiliki nilai jual yang nyata dan layak mendapatkan akses pasar yang lebih luas, bukan hanya melalui showroom sekolah, tetapi juga melalui jaringan UMKM dan platform yang sudah dikelola KADIN.

Bidang UMKM KADIN siap menjadi jembatan antara kapasitas produksi yang sudah dimiliki sekolah dengan jaringan pasar yang selama ini belum terjangkau.

Komtap UMKM dan Kewirausahaan, Ira Murtiyani, SH, serta Komtap Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi, Sri Handayani, SS, turut hadir mendampingi dalam pertemuan tersebut.


Coach Dhimas Sapto Tawarkan Pelatihan AI dan Digital Marketing

Salah satu komitmen konkret yang mengemuka dalam pertemuan itu datang dari Sapto Tanoyo Poedjanarto atau yang dikenal sebagai Coach Dhimas Sapto, yang hadir dalam kapasitasnya sebagai Komite Tetap Pengembangan Organisasi dan SOP KADIN Kota Yogyakarta.

Ia menyatakan kesediaan untuk memberikan pelatihan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Digital Marketing secara langsung kepada guru dan komite sekolah SLB N Pembina.

"Pelatihan ini dirancang agar guru dan komite sekolah tidak hanya memahami cara menggunakan teknologi digital, tetapi juga mampu menggunakannya secara strategis untuk mengembangkan dan memasarkan produk vokasi siswa secara mandiri," kata Coach Dhimas Sapto.

Menurutnya, penguasaan AI dan digital marketing saat ini bukan lagi keistimewaan pelaku usaha besar. Guru dan pengelola sekolah vokasi pun perlu memiliki literasi digital yang memadai agar ekosistem pemasaran yang dibangun dapat berjalan berkelanjutan.


Produk Vokasi Beragam, Batik Umpluk Jadi Andalan

SLB N Pembina Yogyakarta dikenal memiliki program vokasi yang cukup lengkap. Sekolah yang berdiri sejak 3 Mei 1985 ini menyelenggarakan sepuluh jurusan keterampilan, antara lain tata busana, tata boga, tata kecantikan, seni membatik, perbengkelan sepeda motor, keramik, seni lukis, perkayuan, hortikultura, dan teknologi informasi dan komunikasi.

Produk unggulan sekolah ini adalah Batik Umpluk, motif khas berbentuk gelembung yang dibuat menggunakan teknik cap bambu. Produk ini telah memiliki hak cipta resmi dengan nomor pencatatan 000148361.

Seluruh produk vokasi siswa dipasarkan melalui showroom GAPURA (Gerakan Aktif dan Kreatif, Produktif, Unggul, Relasi, Asli), yang baru diluncurkan pada 3 Mei 2025 lalu dengan dukungan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.


Ekosistem Alumni Jadi Kerangka Utama

Dalam pertemuan tersebut, KADIN juga memperkenalkan kerangka ekosistem kolaborasi berbasis alumni yang menjadi fondasi kerja sama ke depan.

Ekosistem ini dirancang menghubungkan lima komponen utama: Ikatan Alumni, SLB N Pembina sebagai pusat pendidikan, Program Vokasi berbasis kebutuhan industri, Assessment Potensi lulusan, serta Koperasi Alumni Bidang Pemasaran sebagai ujung tombak distribusi.

Dalam skema tersebut, lulusan SLB N Pembina diklasifikasikan ke dalam tiga jalur potensi, yakni sebagai pekerja terampil, profesional, atau wirausahawan, tergantung pada kapasitas dan minat masing-masing individu.

Koperasi alumni direncanakan menjadi saluran distribusi utama, menjangkau pembeli melalui platform digital seperti TikTok, Tokopedia, dan Shopee, serta melalui keikutsertaan dalam pameran.



Pihak Sekolah Sambut Positif

Pihak SLB N Pembina menyambut baik rencana kerja sama ini. Empat wakil kepala sekolah hadir langsung dalam pertemuan tersebut, masing-masing mewakili urusan kurikulum (Amalia Ahadini, S.Pd.), kesiswaan (Marlinda Alis Suyekti, S.Pd.T, M.Pd.), hubungan masyarakat (Hedwigis Dian Permatasari, S.Pd., M.Pd.), serta sarana dan prasarana (Widyanti, S.Pd.). Ketua Komite Sekolah, Siti Rochayah, turut hadir mendampingi.

Kehadiran seluruh unsur pimpinan sekolah dalam satu meja mencerminkan kesungguhan institusi dalam menyambut tawaran kerja sama ini.


Langkah Lanjutan Akan Segera Disusun

Kedua pihak sepakat bahwa pertemuan hari ini merupakan awal dari proses yang lebih panjang. Tindak lanjut akan mencakup penyusunan kerangka kerja sama formal, jadwal pelatihan AI dan digital marketing untuk guru dan komite sekolah, mekanisme standardisasi produk, serta model tata kelola koperasi alumni.

SLB N Pembina berlokasi di Jalan Imogiri Timur No. 224, Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, dan dapat dihubungi melalui situs resmi di www.slbnegeripembinayogyakarta.sch.id.


Penulis: Tim KADIN Kota Yogyakarta Editor: Redaksi

Tags: KADIN Yogyakarta, SLB Negeri Pembina, Pendidikan Vokasi, Difabel, UMKM, Digital Marketing, Batik Umpluk, Yogyakarta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Walikota Yogya Membuka Musyawarah Kota KADIN ke VIII untuk Meningkatkan Perekonomian

Yogyakarta, 15 Desember 2020 - Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, resmi membuka acara Musyawarah Kota (Mukota) ke-VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Yogyakarta pada Selasa, 15 Desember, di Hotel Gaia Cosmo Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk memajukan sektor perdagangan, industri, pariwisata, sosial, dan budaya, yang merupakan pilar ekonomi utama Kota Yogyakarta. Mukota KADIN ke-VIII dilaksanakan dengan ketat mengikuti protokol kesehatan. Jumlah peserta yang hadir di dalam ruangan dibatasi hingga 35 orang untuk menjaga jarak sosial dan menghindari kerumunan. Menurut Walikota, keberadaan KADIN sangat penting dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan perekonomian masyarakat, memberdayakan warga, mengatasi kemiskinan, dan memacu pertumbuhan ekonomi. Ia berharap bahwa hasil dari Mukota ini akan menghasilkan keputusan terbaik, terutama dalam mengevaluasi Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus KADIN Kota Yogyakarta periode 2015-2020. Selama acar...

Nahkodai KADIN Kota Yogyakarta 2026-2031, Ir. Eko Sutrisno Tekankan Esensi Keikhlasan dan Kolaborasi

Gelaran Musyawarah Kota (Mukota) IX KADIN Kota Yogyakarta yang berlangsung pada Senin (19/1/2026) resmi menetapkan Ir. Eko Sutrisno, ST, M.Cs, IPU, ASEAN Eng. sebagai Ketua Umum terpilih untuk periode 2026-2031. Melalui mekanisme pemungutan suara (voting) yang demokratis, Ir. Eko Sutrisno berhasil menggalang kepercayaan mayoritas anggota untuk memimpin organisasi lima tahun ke depan. Dalam pidato perdananya, Ir. Eko Sutrisno menyampaikan pesan menyentuh mengenai filosofi kepemimpinan yang ia usung. Ia menekankan bahwa jabatan hanyalah sebuah aspek luar, sementara pengabdian adalah esensinya. "Hidup akan sangat melelahkan jika kita hanya menguras pikiran untuk mengurus 'bungkus'-nya saja dan mengabaikan 'isi'-nya," ujar Eko mengutip pesan inspiratifnya. Ia memaparkan beberapa poin refleksi penting bagi seluruh anggota KADIN: Mukota IX hanyalah "bungkus", sementara Tetap Rukun adalah "isi"-nya. Ketua KADIN Kota Jogja hanyalah "bungkus...

Buka Mukota IX KADIN Kota Yogyakarta, Wali Kota Tekankan Pentingnya Substansi dan Target Kewirausahaan

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara resmi membuka Musyawarah Kota (Muskota) IX KADIN Kota Yogyakarta yang diselenggarakan pada Senin, 19 Januari 2026, di Fortuna Suite Malioboro. Dalam sambutannya, beliau memberikan arahan strategis mengenai peran KADIN sebagai mitra pemerintah dalam menggerakkan ekonomi daerah. Wali Kota menekankan agar KADIN Kota Yogyakarta tidak terjebak pada urusan seremonial atau pembentukan struktur organisasi semata. Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah organisasi profesi diukur dari prestasi dan kemampuannya menjalankan fungsi substansial bagi anggotanya. "Struktur memang penting ya tetapi jangan lupakan substansinya. Kritik saya di organisasi-organisasi profesi banyak yang sibuk memikirkan struktur tapi lupa memikirkan fungsi dan substansi, sehingga hasilnya sering kurang bisa dilihat," tegas Hasto Wardoyo di hadapan para peserta musyawarah. Sejalan dengan target nasional untuk menjadi negara maju, Wali Kota menantang KADIN Kota Yogy...