Langsung ke konten utama

KADIN Kota Yogyakarta Hadiri Soft Opening Bekalista, Inovasi Becak Kayuh Listrik untuk Pariwisata Ramah Lingkungan

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Yogyakarta menghadiri kegiatan Soft Opening Koperasi Mobilitas Nusantara Istimewa (MNI) yang diselenggarakan di sela ajang JIFFINA Expo 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Senin (9/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, KADIN Kota Yogyakarta diwakili oleh Wakil Ketua Bidang Perumahan, Konservasi Heritage dan Transportasi Sofian Tahir, yang hadir untuk memberikan dukungan terhadap inisiatif pengembangan transportasi wisata ramah lingkungan melalui program Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista).

Koperasi MNI merupakan koperasi transportasi dan usaha perdagangan berbasis digital yang digagas oleh pengurus KADIN DIY. Koperasi ini memiliki visi menjadi koperasi transportasi modern yang ramah lingkungan dan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan anggota serta mendukung kebijakan nasional di bidang mobilitas hijau. 

Ketua Koperasi MNI, Ary Tjahjono, menjelaskan bahwa program Bekalista hadir sebagai solusi inovatif untuk menjaga keberlanjutan transportasi khas Yogyakarta sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pengayuh becak.

“Becak merupakan salah satu ikon pariwisata Yogyakarta dan menjadi tumpuan hidup sebagian masyarakat. Melalui Bekalista, kami ingin menghadirkan transportasi ramah lingkungan yang tetap melestarikan kearifan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pengembangan Bekalista merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, antara lain KADIN DIY, Koperasi MNI, PT YPTI, PT Langit Biru Istimewa, SMKN 2 Depok Sleman, serta aplikasi transportasi JogjaKita yang akan menjadi basis operasional layanan becak listrik tersebut. 

Pada kesempatan tersebut juga digelar talkshow bertema “Peningkatan Ekonomi Pengayuh Becak Listrik dan Citra Pariwisata DIY” yang menghadirkan narasumber Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti, Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi, serta Wakil Ketua Umum KADIN DIY Bidang Pariwisata Arif Efendi, dengan moderator tokoh pariwisata DIY Tazbir.

Bekalista dirancang dengan teknologi motor listrik dan sistem pedal assist yang membantu pengayuh sehingga tetap mempertahankan karakter becak kayuh tradisional namun lebih ringan dan efisien. Kendaraan ini memiliki jarak tempuh hingga sekitar 50 kilometer dengan kecepatan maksimum 18 km/jam, sehingga cocok untuk operasional wisata di kawasan pusat kota Yogyakarta. 

Melalui pengembangan Bekalista, diharapkan Yogyakarta dapat semakin memperkuat citra sebagai kota wisata yang mampu memadukan warisan budaya, inovasi teknologi ramah lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Walikota Yogya Membuka Musyawarah Kota KADIN ke VIII untuk Meningkatkan Perekonomian

Yogyakarta, 15 Desember 2020 - Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, resmi membuka acara Musyawarah Kota (Mukota) ke-VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Yogyakarta pada Selasa, 15 Desember, di Hotel Gaia Cosmo Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk memajukan sektor perdagangan, industri, pariwisata, sosial, dan budaya, yang merupakan pilar ekonomi utama Kota Yogyakarta. Mukota KADIN ke-VIII dilaksanakan dengan ketat mengikuti protokol kesehatan. Jumlah peserta yang hadir di dalam ruangan dibatasi hingga 35 orang untuk menjaga jarak sosial dan menghindari kerumunan. Menurut Walikota, keberadaan KADIN sangat penting dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan perekonomian masyarakat, memberdayakan warga, mengatasi kemiskinan, dan memacu pertumbuhan ekonomi. Ia berharap bahwa hasil dari Mukota ini akan menghasilkan keputusan terbaik, terutama dalam mengevaluasi Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus KADIN Kota Yogyakarta periode 2015-2020. Selama acar...

Nahkodai KADIN Kota Yogyakarta 2026-2031, Ir. Eko Sutrisno Tekankan Esensi Keikhlasan dan Kolaborasi

Gelaran Musyawarah Kota (Mukota) IX KADIN Kota Yogyakarta yang berlangsung pada Senin (19/1/2026) resmi menetapkan Ir. Eko Sutrisno, ST, M.Cs, IPU, ASEAN Eng. sebagai Ketua Umum terpilih untuk periode 2026-2031. Melalui mekanisme pemungutan suara (voting) yang demokratis, Ir. Eko Sutrisno berhasil menggalang kepercayaan mayoritas anggota untuk memimpin organisasi lima tahun ke depan. Dalam pidato perdananya, Ir. Eko Sutrisno menyampaikan pesan menyentuh mengenai filosofi kepemimpinan yang ia usung. Ia menekankan bahwa jabatan hanyalah sebuah aspek luar, sementara pengabdian adalah esensinya. "Hidup akan sangat melelahkan jika kita hanya menguras pikiran untuk mengurus 'bungkus'-nya saja dan mengabaikan 'isi'-nya," ujar Eko mengutip pesan inspiratifnya. Ia memaparkan beberapa poin refleksi penting bagi seluruh anggota KADIN: Mukota IX hanyalah "bungkus", sementara Tetap Rukun adalah "isi"-nya. Ketua KADIN Kota Jogja hanyalah "bungkus...

Buka Mukota IX KADIN Kota Yogyakarta, Wali Kota Tekankan Pentingnya Substansi dan Target Kewirausahaan

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara resmi membuka Musyawarah Kota (Muskota) IX KADIN Kota Yogyakarta yang diselenggarakan pada Senin, 19 Januari 2026, di Fortuna Suite Malioboro. Dalam sambutannya, beliau memberikan arahan strategis mengenai peran KADIN sebagai mitra pemerintah dalam menggerakkan ekonomi daerah. Wali Kota menekankan agar KADIN Kota Yogyakarta tidak terjebak pada urusan seremonial atau pembentukan struktur organisasi semata. Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah organisasi profesi diukur dari prestasi dan kemampuannya menjalankan fungsi substansial bagi anggotanya. "Struktur memang penting ya tetapi jangan lupakan substansinya. Kritik saya di organisasi-organisasi profesi banyak yang sibuk memikirkan struktur tapi lupa memikirkan fungsi dan substansi, sehingga hasilnya sering kurang bisa dilihat," tegas Hasto Wardoyo di hadapan para peserta musyawarah. Sejalan dengan target nasional untuk menjadi negara maju, Wali Kota menantang KADIN Kota Yogy...