Langsung ke konten utama

Persiapan Mukota IX KADIN Kota Yogyakarta, Menuju Era Baru Kepemimpinan dan Penguatan Ekonomi Kota

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Yogyakarta bersiap menyelenggarakan agenda tertinggi organisasi, yakni Musyawarah Kota (Mukota) IX. Acara yang menjadi momentum strategis bagi dunia usaha di Kota Pelajar ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Ballroom Hotel Fortune Suite, Yogyakarta.

Mukota IX kali ini mengusung agenda utama pemilihan Ketua Umum KADIN Kota Yogyakarta untuk masa bakti 2025-2030. Selain suksesi kepemimpinan, forum ini akan menjadi wadah perumusan arah kebijakan organisasi dalam mendukung percepatan ekonomi daerah.

Ketua KADIN Kota Yogyakarta periode 2020-2025 yang juga menjabat sebagai Ketua Penyelenggara, Aji Karnanto, menyampaikan bahwa Mukota IX bukan sekadar seremoni pergantian pengurus.

“Kami berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Ini adalah momentum bagi kita semua untuk bersinergi, memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM, dan memajukan industri kreatif yang menjadi napas ekonomi Yogyakarta,” ujar Aji dalam konferensi pers, Kamis (15/1).

Proses penjaringan calon ketua telah dilakukan secara transparan. Hingga penutupan pendaftaran pada 12 Januari lalu, muncul dua nama kandidat kuat yang akan bersaing memperebutkan kursi kepemimpinan, yaitu:

  1. Cahyo Baroto
  2. Eko Sutrisno

Ketua Steering Committee (SC), Fatma Arief Fianti, menjelaskan bahwa mekanisme pemilihan akan dilakukan melalui pemungutan suara (voting) setelah kedua kandidat memaparkan visi dan misi mereka secara terbuka.

"KADIN memiliki peran krusial sebagai mitra strategis pemerintah. Pemimpin baru nantinya diharapkan mampu memperjuangkan digitalisasi sektor UMKM, memperkuat daya saing industri, serta mengoptimalkan potensi pariwisata kita," tegas Fatma.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Organizing Committee (OC), Trijuni Suasono, memastikan kesiapan teknis acara sudah mencapai tahap akhir. Acara ini rencananya akan dibuka langsung oleh Wali Kota Yogyakarta dan dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari anggota biasa, pelaku usaha mikro, serta tamu undangan dari berbagai sektor.

Melalui Mukota IX, KADIN Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus menjadi jembatan antara dunia usaha, pemerintah, dan sektor swasta demi terciptanya ekosistem bisnis yang sehat dan berkelanjutan di Kota Yogyakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Walikota Yogya Membuka Musyawarah Kota KADIN ke VIII untuk Meningkatkan Perekonomian

Yogyakarta, 15 Desember 2020 - Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, resmi membuka acara Musyawarah Kota (Mukota) ke-VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Yogyakarta pada Selasa, 15 Desember, di Hotel Gaia Cosmo Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk memajukan sektor perdagangan, industri, pariwisata, sosial, dan budaya, yang merupakan pilar ekonomi utama Kota Yogyakarta. Mukota KADIN ke-VIII dilaksanakan dengan ketat mengikuti protokol kesehatan. Jumlah peserta yang hadir di dalam ruangan dibatasi hingga 35 orang untuk menjaga jarak sosial dan menghindari kerumunan. Menurut Walikota, keberadaan KADIN sangat penting dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan perekonomian masyarakat, memberdayakan warga, mengatasi kemiskinan, dan memacu pertumbuhan ekonomi. Ia berharap bahwa hasil dari Mukota ini akan menghasilkan keputusan terbaik, terutama dalam mengevaluasi Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus KADIN Kota Yogyakarta periode 2015-2020. Selama acar...

Nahkodai KADIN Kota Yogyakarta 2026-2031, Ir. Eko Sutrisno Tekankan Esensi Keikhlasan dan Kolaborasi

Gelaran Musyawarah Kota (Mukota) IX KADIN Kota Yogyakarta yang berlangsung pada Senin (19/1/2026) resmi menetapkan Ir. Eko Sutrisno, ST, M.Cs, IPU, ASEAN Eng. sebagai Ketua Umum terpilih untuk periode 2026-2031. Melalui mekanisme pemungutan suara (voting) yang demokratis, Ir. Eko Sutrisno berhasil menggalang kepercayaan mayoritas anggota untuk memimpin organisasi lima tahun ke depan. Dalam pidato perdananya, Ir. Eko Sutrisno menyampaikan pesan menyentuh mengenai filosofi kepemimpinan yang ia usung. Ia menekankan bahwa jabatan hanyalah sebuah aspek luar, sementara pengabdian adalah esensinya. "Hidup akan sangat melelahkan jika kita hanya menguras pikiran untuk mengurus 'bungkus'-nya saja dan mengabaikan 'isi'-nya," ujar Eko mengutip pesan inspiratifnya. Ia memaparkan beberapa poin refleksi penting bagi seluruh anggota KADIN: Mukota IX hanyalah "bungkus", sementara Tetap Rukun adalah "isi"-nya. Ketua KADIN Kota Jogja hanyalah "bungkus...

Buka Mukota IX KADIN Kota Yogyakarta, Wali Kota Tekankan Pentingnya Substansi dan Target Kewirausahaan

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara resmi membuka Musyawarah Kota (Muskota) IX KADIN Kota Yogyakarta yang diselenggarakan pada Senin, 19 Januari 2026, di Fortuna Suite Malioboro. Dalam sambutannya, beliau memberikan arahan strategis mengenai peran KADIN sebagai mitra pemerintah dalam menggerakkan ekonomi daerah. Wali Kota menekankan agar KADIN Kota Yogyakarta tidak terjebak pada urusan seremonial atau pembentukan struktur organisasi semata. Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah organisasi profesi diukur dari prestasi dan kemampuannya menjalankan fungsi substansial bagi anggotanya. "Struktur memang penting ya tetapi jangan lupakan substansinya. Kritik saya di organisasi-organisasi profesi banyak yang sibuk memikirkan struktur tapi lupa memikirkan fungsi dan substansi, sehingga hasilnya sering kurang bisa dilihat," tegas Hasto Wardoyo di hadapan para peserta musyawarah. Sejalan dengan target nasional untuk menjadi negara maju, Wali Kota menantang KADIN Kota Yogy...