Langsung ke konten utama

KADIN Yogyakarta Gandeng Bank MSA dan Sejumlah Mitra, Latih 50 UMKM Manfaatkan TikTok Shop dan Katalog Digital


Yogyakarta - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Yogyakarta menggelar pelatihan bertajuk "Jogja Go Digital: TikTok Go & TikTok Shop Digital Katalog UMKM Bank MSA" di Griya UMKM Kota Yogyakarta. Pelatihan ini diikuti secara eksklusif oleh 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sebelumnya mendaftar secara daring dan hadir langsung di lokasi kegiatan.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi KADIN Kota Yogyakarta dengan Bank Madani Sejahtera Abadi (Bank MSA), Bank BPD DIY, Rotary Club of Jogja Istimewa, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Kota Yogyakarta, VOBI Multi-Channel Networking Indonesia, dan AKUMANDIRI DIY. Peserta mendapat materi seputar pengenalan TikTok Go dan TikTok Shop, optimalisasi toko dan konten digital, strategi pemasaran melalui media sosial, hingga pemanfaatan katalog digital UMKM Bank MSA lewat platform KatalogSmart.


Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Disperindagkop Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo. Turut hadir Ketua Umum KADIN Kota Yogyakarta Eko Sutrisno dan Direktur Utama Bank MSA, Y. Triagung Pujiantoro, bersama perwakilan sejumlah kolaborator lain. Penyelenggara menyebut kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta.

Tri Karyadi mengatakan dunia usaha telah berubah, di mana banyak pelaku usaha kini tak lagi bergantung sepenuhnya pada toko fisik dan mulai menjalankan bisnis lewat kanal daring. Ia menyebut media sosial semakin banyak digunakan secara profesional melalui akun bisnis, sehingga pelaku UMKM perlu beradaptasi. Menurutnya, UMKM tetap perlu aktif berkolaborasi secara luring lewat berbagai event, sembari memaksimalkan peluang daring melalui pelatihan dan pemanfaatan media digital.

Ia menambahkan, pendampingan terhadap UMKM tidak boleh berhenti pada tahap pelatihan semata. Konsistensi pelaku usaha dalam menerapkan ilmu yang diperoleh dinilai penting agar kegiatan semacam ini berdampak nyata. Ke depan, kata dia, sejumlah indikator perlu dikaji untuk melihat sejauh mana pelatihan digital berpengaruh terhadap perkembangan usaha, termasuk omzet penjualan UMKM.

Sementara itu, Eko Sutrisno menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya pelatihan. Ia menegaskan bahwa teknologi seperti TikTok memang banyak diminati kalangan muda, namun kesempatan untuk belajar dan memanfaatkannya tidak boleh dibatasi oleh usia. Menurutnya, baik generasi muda maupun pelaku usaha yang telah lama berjalan perlu memiliki keberanian yang sama untuk belajar, mencoba, dan memaksimalkan fasilitas yang telah disediakan.

Direktur Utama Bank MSA, Y. Triagung Pujiantoro, memperkenalkan KatalogSmart, aplikasi katalog digital UMKM Bank MSA yang dirancang membantu pelaku usaha menampilkan produk secara lebih rapi dan mudah diakses. Aplikasi tersebut dilengkapi sejumlah fitur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dapat membantu UMKM mengelola informasi produk, menyusun deskripsi, serta mendukung kebutuhan pemasaran digital.

Dengan jumlah peserta yang dibatasi hingga 50 orang, penyelenggara menyebut format pelatihan ini dirancang agar lebih fokus dan interaktif, sehingga peserta dapat menyerap materi secara lebih praktis. KADIN Kota Yogyakarta menyatakan akan melanjutkan program serupa bersama Bank MSA, Rotary Club of Jogja Istimewa, Disperindagkop Kota Yogyakarta, VOBI Multi-Channel Networking Indonesia, dan AKUMANDIRI DIY untuk memperkuat kapasitas digital UMKM di Yogyakarta.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Walikota Yogya Membuka Musyawarah Kota KADIN ke VIII untuk Meningkatkan Perekonomian

Yogyakarta, 15 Desember 2020 - Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, resmi membuka acara Musyawarah Kota (Mukota) ke-VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Yogyakarta pada Selasa, 15 Desember, di Hotel Gaia Cosmo Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk memajukan sektor perdagangan, industri, pariwisata, sosial, dan budaya, yang merupakan pilar ekonomi utama Kota Yogyakarta. Mukota KADIN ke-VIII dilaksanakan dengan ketat mengikuti protokol kesehatan. Jumlah peserta yang hadir di dalam ruangan dibatasi hingga 35 orang untuk menjaga jarak sosial dan menghindari kerumunan. Menurut Walikota, keberadaan KADIN sangat penting dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan perekonomian masyarakat, memberdayakan warga, mengatasi kemiskinan, dan memacu pertumbuhan ekonomi. Ia berharap bahwa hasil dari Mukota ini akan menghasilkan keputusan terbaik, terutama dalam mengevaluasi Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus KADIN Kota Yogyakarta periode 2015-2020. Selama acar...

Nahkodai KADIN Kota Yogyakarta 2026-2031, Ir. Eko Sutrisno Tekankan Esensi Keikhlasan dan Kolaborasi

Gelaran Musyawarah Kota (Mukota) IX KADIN Kota Yogyakarta yang berlangsung pada Senin (19/1/2026) resmi menetapkan Ir. Eko Sutrisno, ST, M.Cs, IPU, ASEAN Eng. sebagai Ketua Umum terpilih untuk periode 2026-2031. Melalui mekanisme pemungutan suara (voting) yang demokratis, Ir. Eko Sutrisno berhasil menggalang kepercayaan mayoritas anggota untuk memimpin organisasi lima tahun ke depan. Dalam pidato perdananya, Ir. Eko Sutrisno menyampaikan pesan menyentuh mengenai filosofi kepemimpinan yang ia usung. Ia menekankan bahwa jabatan hanyalah sebuah aspek luar, sementara pengabdian adalah esensinya. "Hidup akan sangat melelahkan jika kita hanya menguras pikiran untuk mengurus 'bungkus'-nya saja dan mengabaikan 'isi'-nya," ujar Eko mengutip pesan inspiratifnya. Ia memaparkan beberapa poin refleksi penting bagi seluruh anggota KADIN: Mukota IX hanyalah "bungkus", sementara Tetap Rukun adalah "isi"-nya. Ketua KADIN Kota Jogja hanyalah "bungkus...

Buka Mukota IX KADIN Kota Yogyakarta, Wali Kota Tekankan Pentingnya Substansi dan Target Kewirausahaan

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara resmi membuka Musyawarah Kota (Muskota) IX KADIN Kota Yogyakarta yang diselenggarakan pada Senin, 19 Januari 2026, di Fortuna Suite Malioboro. Dalam sambutannya, beliau memberikan arahan strategis mengenai peran KADIN sebagai mitra pemerintah dalam menggerakkan ekonomi daerah. Wali Kota menekankan agar KADIN Kota Yogyakarta tidak terjebak pada urusan seremonial atau pembentukan struktur organisasi semata. Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah organisasi profesi diukur dari prestasi dan kemampuannya menjalankan fungsi substansial bagi anggotanya. "Struktur memang penting ya tetapi jangan lupakan substansinya. Kritik saya di organisasi-organisasi profesi banyak yang sibuk memikirkan struktur tapi lupa memikirkan fungsi dan substansi, sehingga hasilnya sering kurang bisa dilihat," tegas Hasto Wardoyo di hadapan para peserta musyawarah. Sejalan dengan target nasional untuk menjadi negara maju, Wali Kota menantang KADIN Kota Yogy...